SOAL BAHASA INDONESIA
Ada berpuluh-puluh motor motor malam
ini, berbagai jenis, berkumpul di kuburan Cina. Mereka masih
berkelompok,merencanakan teknik yang tepat untuk memenangkan balap motor ini.
Rutenya Serang-Anyer,sejauh 40 km.
Malam ini tampaknya aspal jalanan
akan panas bergesekan dengan roda-roda gila. Membara oleh deru mesin dan
teriakan anak muda. “ Roy ! “ teriak Dulah. “ Malam ini riwayatmu habis ! “
katanya ketus dan sombong.
1. Bukti yang menunjukan kesombongan salah
satu tokoh terletak pada . . .
a. Paragraf
pertama kalimat kedua
b. Paragraf
kedua kalimat pertama
c. Paragraf
kedua kalimat kedua
d. Paragraf kedua kalimat keempat
2. Cara pengarang menampikan watak tokoh
dalam kutipan cerpen tersebut adalah melalui . . .
a. Tindakan tokoh
b. Dialok antar tokoh
c. Diceritakan tokoh lain
d. Tanggapan
tokoh lain
3. Bacalah kutipan cerpen berikut !
Kini giliranku memegang senter, meneklukkan
semak-semak, kayu berduri dan batang-batang angkuh di depannya. Setelah
sebelumnya dua kawanku secara bergantian telah menyelesaikan pembagian tugas
membuka jalan. Ya, ini kesepakatn kami; yang terdepan membuka jalan, di tengah
membawa ransel berisi makanan, sedang yang paling belakang membawa matras, Ini
dilakukan secara bergantian. Tapi Doni selalu meributkat Rio yang kurang sportif
dalam bergiliran. In ilah saatnya jiwa setia kawan diuji.
Konflik pada kutipan cerpen tersebut
adalah . . .
a. Aku yang menegur Doni kartena selalu
meributkan Rio.
b. Aku yang membela Doni karena Rio memang
tidak sportif.
c. Doni selalu meributkan Rio karena tidak
sportif dalam bergiliran.
d. Doni yang tidak habis mengerti mengapa Rio
tidak sportif dalam bergiliran.
Bacaan cerpen berikut,
Keesokan harinya, Puguh dan Septo pergi
memancing. Diam-diam Susi masuk
Ke kamar mereka. Ia mengambil semua petasan yang masih ada. Susi membawanya
ke halaman belakang. Ia mengeluarkan semua bubuk yang ada di dalam petasan. Isi
petesa lalu digantinya dengan tanah. Susi lalu mengembalikan semua petasan itu
kembali ke kamar adiknya.
Sore harinya, Septo dan
Puguh melihat Susi pulang dari warung. Kedua anak itu cepat-cepat mengambil dua
petesan besar. Ya ! Mereka ingin mengagetkan Susi lagi. Namun, ketika Septo
memasang petasan ... yang terdenmgar hanya bunyi Cesss... Gantian, kini Puguh
dan Septo yang terkejut. Sebab, petasan mereka tiodak meledak. “ Hahaha...”
Susi tertawa terbahak-bahak. Puguh dan Septo segera memeriksa isi petasan
mereka. “ Hah, tanah ? Siapa yang mengganti isinya ? “ tanya Puguh. “ Petasan
besar ini kan lumanyan mahal, Kak ! “ “
Sekarang tidak bisa terpakai semua. Kita rugi, dong !” marah Septo. “ Kalau
tidak mau rugi, ya jangan merugikan orang lain! “ jawab Susi kalem. Puguh dan
Septo tak bisa menjawab. Ya ... betul juga, ucapan kakak mereka.
4. Bukti yang menunjukan watak jail tokoh
Puguh dan Septo terletak pada . . .
a. Paragraf pertama kalimat kedua
b. Paragraf pertama kalimat kelima
c. Kalimat kedua paragraf kedua
d. Kaliamt ketiga paragraf kedua
5. Cara pengarang menggambarkan watak tokoh
Susi yang cerdik dalam kutipan cerpen tersebut adalah dengan . . .
a. Tindakan tokoh
b. Dialok antar tokoh
c. Diceritakan tokoh lain
d. Diceritakan pengarang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar